Sauna, Langkah Mudah Memperoleh Kebugaran14 Maret 2008

Menjaga kebugaran tubuh merupakan satu rangkaian yang terdiri dari
beberapa proses dan memerlukan satu sinergi untuk memberi hasil
maksimal. Salah satunya adalah mandi sauna yang biasa dilakukan setelah
berolahraga di pusat kebugaran.
Namun, tidak sedikit orang yang melewatinya karena menganggap sauna
hanya bagian dari pelengkap ritual. Padahal bila mau menilik lebih
dalam, mandi sauna memiliki ragam manfaat bagi kesehatan dan telah
dikenal sejak ribuan tahun lalu, antara lain di kebudayaan Roma,
Mediteranian, Rusia, dan Indian.
Pada masa awalnya, sauna digunakan untuk membantu mengeluarkan racun
dari dalam tubuh, menyegarkan pikiran, dan tubuh. Hal ini pulalah yang
kemudian menyebabkan sauna terkenal di berbagai belahan dunia lain.
Hingga kini, manfaat kesehatan dari sauna tetap menjadi dasar bagi
orang banyak untuk melakukannya.
Sauna dapat mengurangi lemak pada tubuh?
Sebenarnya sauna dan steam ditujukan terutama untuk mereka yang
kurang berolahraga. Pengeluaran keringat mereka perlu dirangsang dengan
melakukan sauna. Pada orang yang secara fisik kurang gerak ini, otot
juga menjadi tidak aktif. Aliran darah pun jadi kurang lancar.
Akibatnya, asam laktat banyak yang ngendon di otot. Penumpukan itu
membuat tubuh sering pegal.
Uap panas dari mandi uap dan sauna bisa melancarkan sirkulasi darah,
sehingga asam laktat yang menumpuk pada otot ikut terbawa arus.
Hasilnya, otot terasa lebih rileks. Namun, sauna bukan cara efektif
untuk menurunkan bobot badan. Panas dari mandi uap dan sauna membuat
pori-pori terbuka dan mengeluarkan kotoran bersama keringat. Yang
berkurang adalah sisa-sisa metabolisme tubuh, dan bukan lemaknya.
Penurunan bobot badan akibat pembakaran lemak akan terjadi, jika ia
mampu bertahan tidak makan, setelah mandi uap dan sauna. Jika ia makan,
maka penurunan bobot badan terjadi akibat penurunan air dalam tubuh,
bukan hasil pembakaran lemak.(wd)
|