Dengan Internet, Hemat BBM Rp 6,6 Juta Per Tahun26 Mei 2008
 Jakarta - Ternyata bukan hanya masyarakat Indonesia
yang pusing karena harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Masyarakat
Selandia Baru juga mengalami hal serupa.
Alih-alih larut dalam
keluh kesah menyesalkan kenaikan harga BBM, warga Selandia Baru memutar
otak untuk menyiasati hal ini. Caranya adalah dengan menggunakan
internet sebagai pengganti bepergian dengan kendaraan bermotor.
Menurut
perusahaan Timaru, seiring kenaikan harga BBM, permintaan terhadap
satelit broadband atau wireless pun meningkat tajam. Menurut konsumen
mereka, kenaikan harga BBM menjadi alasan utama untuk mendapatkan akses
internet.
Berdasarkan data dari Automobile Association, harga
bensin per liter di Selandia Baru adalah USD 2,02 atau sekitar Rp 18
ribu. Diperkirakan, warga Selandia Baru dapat berhemat hingga USD 721
setahun atau sekitar Rp 6,6 juta jika mereka mengurangi bepergian
sebanyak 20 persen dan menggunakan internet sebagai penggantinya.
"Mereka sadar bahwa mereka dapat berhemat dengan menggunakan internet
sebagai pengganti bepergian, misalnya untuk pergi ke bank, belanja,
belajar, dan sebagainya," ujar Nick Carter, Sales and Marketing
Director Timaru.
Warga di daerah pedesaan Selandia Baru rata-rata menghabiskan 300 jam
setahun dengan kendaraan mereka dan menempuh jarak 15 ribu kilometer
dalam setahun. Sekitar 30 persen adalah untuk keperluan berbelanja dan
urusan pribadi.
Mungkin cara yang dilakukan masyarakat Selandia
Baru untuk berhemat dapat menginspirasi masyarakat Indonesia menemukan
cara lainnya untuk menyiasati kenaikan harga BBM.
|